Posted on: June 26, 2022 Posted by: dupostc Comments: 0
Sisi Gelap Dunia Pendidikan Di Indonesia

Sisi Gelap Dunia Pendidikan Di Indonesia – Pendidikan merupakan tolak ukur kemajuan suatu bangsa. Semakin berkualitas pendidikannya maka semakin maju bangsanya. Itulah kalimat yang sering kita dengar ketika membahas dunia pendidikan. Pendidikan di Indonesia sendir dinilai masih kurang memadai. Meski tidak bisa di pungkiri bahwa ada juga putra putri bangsa ini yang mampu berprestasi di tingkat internasional dalam olimpiade yang berhubungan dengan pendidikan. Sayangnya prestasi itu belum cukup untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia. Faktanya masih banyak permasalahan yang harus di benahi dalam dunia pendidikan.

Gedung-gedung sekolah memang telah banyak terbangun dan tersebar di Indonesia. Tapi tidak semua daerah mempunyai gedung-gedung sekolah. Nyatanya banyak daerah terpencil di Indonesia yang belum mempunyai gedung sekolah. Selain kurang meratanya persebaran sekolah, tidak semua gedung sekolah layak digunakan. Banyak gedung sekolah yang sudah tidak layak pakai akibat kerusakan yang terjadi pada bangunannya. Misalnya atap yang bocor atau kayu yang mulai keropos termakan usia. Yang bisa menggangu proses belajar mengajar dan membahayakan untuk guru dan para siswa. Rata-rata bangunan sekolah ini berada pada daerah-daerah yang jauh dari kota, atau berada jauh di pedalaman Indonesia. Sekolah yang berada di daerah ini juga sangat minim fasilitas.seperti tidak adanya perpustakaan, kelengkapan peralatan untuk pembelajaran pratek atau laboratorium. Sulitnya akses menuju sekolah juga semakin menambah potret kelam dunia pendidikan. Belum meratanya pembangunan insfrastuktur jalan, mengakibatkan para siswa dan guru ini harus melewati jalan yang terjal. Yang terkadang tidak bisa dilewati dengan kendaraan bermotor untuk bisa sampai ke sekolah. Atau menyeberangi sungai berarus deras hanya dengan seutas tali, atau jembatan dengan kondisi yang sama buruknya dengan sekolah yang mereka tuju.

Sisi Gelap Dunia Pendidikan Di Indonesia

Permasalahan pendidikan tak berhenti hanya pada kondisi sekolah. Guru sebagai tenaga pengajar yang mempunyai peranan penting dalam mencerdaskan bangsa, ikut andil dalam permasalah yang ada pada aspek pendidikan di Indonesia. Tidak hanya soal pemerataan persebaran guru, tetapi juga pada kompentesi guru dalam mengajar. Di daerah perkotaan kuantitas guru lebih banyak daripada di daerah pedesaan atau daerah terpelosok. Itu bisa terlihat dari satu mata pelajaran bisa memiliki hingga tiga pengajar dalam satu sekolah. Sementara di daerah lain satu guru mengajar beberaapa mata pelajaran. Bahkan banyak tenaga pengajar ini yang belum tersertifikasi. Hal itu tentu berdampak pada kemampuan mereka dalam mengajar. Faktanya di lapangan masih ditemui adanya oknum-oknum guru yang memberi siswanya tugas, karena guru yang bertugas tidak hadir untuk mengajar tanpa adanya alasan yang jelas. Sementara di daerah pelosok, banyak guru yang kurang bermutu yang ditugaskan. Karena guru-guru yang mempunyai potensi lebih memilih untuk mengajar di sekolah perkotaan yang fasilitasnya lebih lengkap.

Baca juga : Potret Pendidikan Di Pelosok Indonesia

Belum lagi masalah kekerasan atau bullying yang masih mewarnai dunia pendidikan di negara ini, semakin menambah rentetan panjang daftar sisi gelap dunia pendidikan. Padahal efek yang muncul dari adanya kekerasan ini bukan hanya luka fisik atau metal. Bahkan kekerasan yang terjadi bisa sampai merenggut nyawa murid yang ditindas. Penindasan yini tidak hanya terjadi antar siswa. Ada juga penindasan yang dilakukan oknum guru kepada murid atau sebaliknya. Karena itu perlu adanya perbaikan pada sistem pendidikan di Indonesia. Agar permasalahan-permasalahan yang ada bisa bisa di minimalisir. Sehingga akan berdampak pada meningkatnya kualitas pendiidikan menjadi leih baik lagi.