Posted on: July 5, 2022 Posted by: dupostc Comments: 0
Sejarah dan Perkembangan Sistem Pendidikan di Indonesia

Sejarah dan Perkembangan Sistem Pendidikan di Indonesia – Banyak orang yang masih belum paham tentang sejarah sistem pendidikan di Indonesia. Mulanya saat Belanda menguasai Indonesia pada tahun 1901, mereka mendirikan beberapa sekolah untuk kalangan tertentu yang bertujuan untuk memakmurkan kebijakan politik pribadi. Akan tetapi perkembangan pendidikan tersebut mulai lenyap dari tangan tuan tanah hingga resmi di bawah naungan pemerintah Indonesia.

Awal Mula Pendidikan Formal di Indonesia

Pada pertengahan tahun 1901, Belanda mengambil peran penting untuk membangun sarana belajar yang layak atau pendidikan formal terhadap penduduk Indonesia. Akan tetapi sistem pendidikan tersebut hanya bisa diampu berdasarkan keturunan, dinasti dan status sosial. Dimana ada beberapa sistem pembelajaran yang mereka kembangkan sesuai dengan tingkatan, antara lain;

• Sekolah Dasar khusus warga asing (Europeesche Lagere School),
• Sekolah Dasar untuk warga Indonesia (Hollandsch Inlandsche School),
• Sekolah Menengah Pertama (Meer Uitgebreid Lager Onderwijs), dan
• Sekolah Menengah Atas (Algemeene Middelbare School)

Menginjak tahun 1930-an, pendidikan formal semakin terbesar luas ke berbagai provinsi Indonesia. Akan tetapi keberadaan Jepang di tanah air telah merubah semuanya. Pada tahun 1942 hingga 1945, sistem pendidikan tersebut berubah. Dimana Bahasa Indonesia menjadi bahasa utama. Berikutnya yaitu semua warga pribumi berhak mengenyam pendidikan tanpa harus mengedepankan status sosial. Selain itu masa belajar pada masing – masing tingkat dirubah sesuai porsi dan takaran dengan menyesuaikan kemampuan para siswa.

Meski begitu, sistem pendidikan di tangan Jepang tidak sebagus kolonial Hindia Belanda. Mereka memanfaatkan para guru untuk bekerja sesuai target dan rencana pribadi. Banyak penurunan drastis yang tidak masuk akal pada tahun 1940. Dulunya jumlah sekolah formal mencapai 17.848, namun angka tersebut berubah menjadi 15.069 pada tahun 1945.

Perkembangan Pendidikan di Indonesia

2 tahun setelah masa Kemerdekaan Indonesia, pemerintah membantu organisasi Penyelidik Pengajaran Republik Indonesia (PPRI). Beberapa pihak yang bertugas diwajibkan untuk mengidentifikasi program pengajaran dan sistem pendidikan mulai dari sekolah rendah hingga jenjang yang lebih tinggi. Beberapa bulan kemudian, mereka menemukan pokok saran untuk yang berbunyi;

• Mewajibkan anak – anak pribumi untuk bersekolah sekurang – kurangnya 9 tahun,
• Melakukan proses pertukaran pelajar antara negara,
• Mengadakan perluasan terhadap program pendidikan,
• Menyediakan tempat yang layak dalam proses pembelajaran, dan
• Merubah pedoman pengajaran dan pendidikan.

Beberapa saran tersebut mendapatkan persetujuan hingga terbentuk sistem dan struktur pendidikan formal secara resmi. Tujuan utamanya yaitu mencetak dan menciptakan generasi penerus bangsa yang berlandaskan prinsip keadilan sosial, kemerdekaan dan demokrasi.

Kurikulum Pendidikan di Indonesia

Kurikulum Pendidikan di Indonesia

Sejatinya kurikulum pendidikan di Indonesia telah tertuang sejak masa penjajahan Hindia Belanda dan Jepang. Dan setelah masa kemerdekaan Indonesia, kurikulum tersebut mengalami perubahan mulai dari Orde Lama, Orde Baru hingga Reformasi.

• Orde Lama
Pada masa Orde Lama, Presiden Soekarno (Bung Karno) meresmikan 3 kali perubahan kurikulum mulai dari tahun 1947-1949, 1952-1960 dan 1960-1964.

• Orde Baru
Memasuki Orde Baru, kurikulum pun berganti 4 kali dengan tujuan mempertahankan pembangunan negara dan ideologi Pancasila. Kurikulum tersebut berubah nama menjadi Kurikulum 1968, Kurikulum 1975, Kurikulum 1984 dan Kurikulum 1994.

• Reformasi
Di masa Reformasi, terdapat 3 kali perubahan yakni Kurikulum 2004, Kurikulum 2006 dan Kurikulum 2013.

Tingkatan Pendidikan di Indonesia

Setelah melakukan pertemuan atas potensi pembelajaran ke depannya. Pemerintah membentuk 4 tingkatan, di antaranya;

• Sekolah Dasar (SD) Usia 6-7 tahun, jenjang pendidikan 6 tahun,
• Sekolah Menengah Pertama (SMP) Usia 13 tahun, jenjang pendidikan 3 tahun,
• Sekolah Menengah Atas (SMA) Usia 16 tahun, jenjang pendidikan 3 tahun, dan
• Perguruan Tinggi (Universitas) Usia minimal 18 tahun, jenjang pendidikan 4 – 6 tahun.