Posted on: December 17, 2022 Posted by: dupostc Comments: 0

Mewujudkan Pendidikan Berkualitas Melalui Perencanaan Berbasis DataKemendikbudristek menerbitkan Platform Rapor Pendidikan pada April 2022 sebagai bagian dari Kebijakan Kebebasan Belajar. Rapor Pendidikan adalah sebuah platform yang menyediakan informasi pelaporan hasil evaluasi sistem pendidikan sebagai pengembangan lebih lanjut dari sertifikat mutu sebelumnya.

Mewujudkan Pendidikan Berkualitas Melalui Perencanaan Berbasis Data

edupost – Kemendikbudristek, Kepala Badan Standarisasi, Kurikulum dan Evaluasi Pendidikan yaitu Anindito Aditomo, juga mengatakan bahwa kebijakan dalam evaluasi pada sistem pendidikan yang juga baru akan lebih menekankan pada mutu pendidikan dan sistem yang terintegrasi. “Kami (Kemendikbudristek) berharap setiap entitas pendidikan dapat menggunakan platform Rapor Pendidikan ini untuk mengukur dan meningkatkan kualitas sekolahnya,” ujar Anindito.

Anindito mengatakan, salah satu informasi yang dimuat dalam laporan pelatihan adalah informasi hasil penilaian nasional (AN) yang dilakukan di semua sesi pelatihan. “Dengan adanya informasi tersebut, pemerintah daerah (Pemda) dan satuan pendidikan dapat menggunakan hasil AN sebagai bahan evaluasi pendidikan,” ujarnya.

Baca Juga : Indeks Pendidikan Indonesia Rendah Membuat Daya Saing Jadi Lemah

Selain itu, Anindito menjelaskan ada tiga komponen yang datanya dikumpulkan untuk dijadikan bahan evaluasi. “AN terdiri dari tiga bagian, yaitu. H. AKM yang salah satunya adalah kajian karakter dan yang ketiga adalah kajian pembelajaran. Hasil asesmen digunakan sebagai sumber informasi yang penting. Tujuannya untuk mendukung satuan pendidikan dan mendiagnosa mutu pendidikan sekolah,” jelas Anindito. Anindito juga mengatakan bahwa satuan pendidikan yang memiliki sertifikat pendidikan ini tidak lagi harus melaporkan pemeringkatan sekolah. Setelah itu, setiap satuan pendidikan dapat mengambil langkah-langkah peningkatan mutu pendidikan setelah melihat hasil evaluasi.

Peningkatan kualitas

“Kita ingin mengembangkan semua informasi yang sangat kaya ini untuk satuan pendidikan dan kedis, agar bisa digunakan di sekolah, sekolah bisa memanfaatkannya untuk melihat dan meningkatkan kualitas informasi yang masih kurang,” tambah Anindito. Dengan demikian, menurut Anindito, tidak ada lagi sekolah dengan kualitas pendidikan tinggi dan tidak ada lagi sekolah dengan pendidikan rendah. Oleh karena itu, berdasarkan informasi dalam sertifikat pendidikan ini, kami berharap kedepannya semua sekolah memiliki kualitas yang sama.

“Melalui Kemendikbud, kami ingin meminimalisir perbedaan antar sekolah. Sekolah (berkualitas) yang buruk akan tumbuh sehingga perbedaannya tidak terlalu besar. Para orang tua tidak perlu lagi khawatir dengan kualitas sekolah di sekolah anaknya di masa mendatang,” kata Anindito. Wakil Direktur Lembaga Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. Direktur Victor Jihad Akbar berharap pemerintah daerah dapat menggunakan data sertifikat pendidikan sebagai bahan penilaian dalam pengembangan satuan pendidikan. “Dalam proses ini, Kemendikbud berharap agar pemerintah daerah maupun satuan pendidikan dari PAUD hingga SMA melaksanakan perencanaan data berdasarkan ijazah,” kata Jihad.

Jihad menjelaskan, sertifikat pelatihan merupakan dokumen perencanaan yang ideal untuk menjadi acuan bagi pemerintah daerah dan unit pelatihan. “Ini adalah dokumen yang ideal untuk menunjukkan pendidikan yang efektif,” katanya. Jihad mengatakan laporan tentang pendidikan akan menunjukkan akar masalah yang dihadapi sekolah. Dengan demikian, satuan pendidikan dan pemerintah daerah dapat mengatasi permasalahan secara efisien, fleksibel, transparan, dan bertanggung jawab. “Dan harapannya dengan ini dapat mengantarkan satuan pendidikan untuk melaksanakan perubahan pembelajaran yang ramah siswa dan menyediakan lingkungan belajar yang aman, nyaman dan inklusif,” ujarnya.

Lingkungan yang baik

Mengenai keunggulan platform Rapor Pendidikan baik bagi sebuah dinas pendidikan atau maupun dalam satuan sistem pendidikan yaitu jika sebagai acuan utama, sebagai dasar analisis, perencanaan dan pemantauan untuk peningkatan mutu pendidikan, sebagai satu-satunya platform untuk menunjukkan hasil. Sumber data evaluasi nasional yang obyektif dan terpercaya, dimana laporan disajikan secara otomatis dan terintegrasi, sebagai tolak ukur evaluasi umum sistem pendidikan, dan evaluasi internal dan eksternal, sebagai alat ukur yang menitikberatkan pada kualitas dan pemerataan. belajar. Hasil (output) serta platform penyajian data yang terpusat sehingga unit diklat tidak harus menggunakan aplikasi yang berbeda, yang diharapkan dapat mengurangi beban administrasi.

Sementara itu, Fathur Rozi, Direktur Dinas Pendidikan Kabupaten Probolinggo mengucapkan terima kasih kepada Kemendikbud yang telah menerbitkan Platform Sertifikat Pendidikan. Kami di daerah tentunya sangat senang dan berterima kasih. Sertifikat pelatihan ini akan banyak membantu kami sehingga kami tidak perlu khawatir tentang pelacakan informasi seperti yang biasa kami lakukan dengan sertifikat mutu,” jelasnya.

Menurutnya, sertifikat pelatihan memberikan kenyamanan baik bagi lembaga pelatihan maupun perusahaan pelatihan di daerah. Fathur mengatakan laporan pelatihan tersebut merupakan gambaran yang cukup komprehensif tentang pelatihan tersebut. “Tidak hanya mengukur kemampuan akademik dan kognitif, tetapi juga karakter. Kajian karakter, kemudian lingkungan belajar, memberikan gambaran yang sangat berkualitas dan ini menjadi model implementasi perencanaan data. Sumbernya adalah peta pendidikan,” kata Fathur.

Memperbaiki kekurangan

Sejalan dengan hal tersebut, Sandra Grace T, direktur SMAS Bersama Jayapura di Papua mengatakan bahwa platform rapor pelatihan merupakan cerminan atau potret sebenarnya dari sesi pelatihan. Sertifikat itu, kata dia, menggambarkan empat hal, yakni kualitas hasil pembelajaran, keselamatan dan inklusi, kompetensi guru dan staf pengajar, serta kepemimpinan sekolah.

“Saat kami cek, ternyata potret sekolah kami berada di tingkat dua. Dari hasil tersebut, saya membagikan hasil sertifikat pendidikan kepada seluruh pendidik dan guru. Bersama-sama kami melihat gap yang ada, baik itu tentang kemampuan membaca dan matematika siswa, kemampuan matematika, indeks karakter, kami membuat program kerja dan kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan siswa, sehingga kesenjangan dapat diidentifikasi dengan sertifikat pendidikan dan diperbaiki.