Posted on: June 25, 2022 Posted by: dupostc Comments: 0
Masih Kurangnya Pemerataan Pendidikan Di Indonesia

Masih Kurangnya Pemerataan Pendidikan Di Indonesia – Pendidikan merupakan hal yang penting bagi kehidupan manusia. Bahkan pemerintah Indonesia telah mewajibkan warga negaranya untuk memperoleh hak pendidikan selama 12 tahun. Dengan baiknya kualitas pendidikan, maka akan menghasilkan sumber daya manusia yang juga berkualitas. Meski begitu pemerataan pendidikan di Indonesia masih menjadi masalah klasik yang seakan-akan tidak ada habisnya. Luasnya negara Indonesia yang terdiri dari pulau-pulau, menjadi salah satu faktor tidak meratanya pendidikan di Indonesia. Tentu saja hal itu juga berdampak pada kualitas pendidikan di Indonesia, terutama di daerah-daerah yang susah diakses. Jika kita tinggal di kota, dimana akses pendidikan mudah dijangkau tentu bukanlah hal yang sulit untuk mendapat pendidikan yang baik. Begitu juga jika kita tinggal di desa yang sudah tersentuh modernisasi, tentunya kualitas pendidikan di sana sudah mengalami kemajuan meski tidak sebanding dengan pendidikan di kota.

Berbeda jika kita tinggal di pelosok Indonesia, dimana insfrastuktur yang dibangun masih kurang memadai. Maka pastilah kita tidak bisa mendapatkan pendidikan dengan kualitas yang baik. Beberapa hal memang berpengaruh pada minimnya kualitas pendidikan di daerah pelosok. Misalnya saja seperti sulitnya akses menuju lokasi ke desa tersebut. Untuk mencapai desa di pedalaman negeri ini kita harus menempuh perjalanan dengan medan yang sulit di lalui. Ada juga daerah yang hanya bisa di akses dengan berjalan kaki selama lebih dari 10 jam dengan melintasi tengah hutan, seperti di desa Juhu yang berada di Kalimantan Selatan. Atau harus naik turun gunung dan menyeberangi sungai yang bahkan tidak ada jembatannya, agar bisa sampai pada daerah yang akan didatangi.

Masih Kurangnya Pemerataan Pendidikan Di Indonesia

Perbedaan tenaga pengajar yang mengajar di daerah pelosok dengan tenaga pengajar yang mengajar di kota juga menjadi faktor ketimpangan dalam pemerataan pendidikan di Indonesia. Umunya sekolah-sekolah yang berada di perkotaan sudah didukung dengan fasilitas yang memadai, serta tenaga pengajar yang kompeten. Dimana hal itu akan berdampak pada kualitas murid yang dihasilkan. Sementara di daerah pelosok, tenaga pengajar masih belum memadai. Dan para tenaga pengajar tidak didukung dengan sarana dan prasarana yang lengkap untuk mendukung proses belajar mengajar. Keterbatasan tenaga pengajar untuk daerah pelosok mengakibatkan kebanyakan sekolah di pelosok hanya sampai pada tingkat sekolah dasar.

Belum lagi kurangnya informasi yang diterima oleh masyarakat yang tinggal di pelosok mengakibatkan pemahaman mereka akan pentingnya pendidikan menjadi rendah. Akibatnya banyak anak-anak yang mengalami putus sekolah. Selain itu faktor ekonomi yang tidak mencukupi membuat para orang tua lebih memilih anaknya untuk membatu mereka bekerja daripada menempuh pendidikan.

Baca juga : Dampak Negatif Sistem PPDB Zonasi

Maka dari itu diperlukan upaya yang lebih baik lagi untuk bisa meningkatkan sarana dan prasarana guna meningkatkan kualitas pendidikan di daerah pelosok. Sehingga perbedaan kualitas pendidikan di perkotaan, dengan daerah yang berada di pelosok bisa di minimalisir. Atau bahkan dihapuskan. Karena dengan tidak adanya perbedaan kualitas pendidikan baik di perkotaan maupun di daerah pelosok, maka akan semakin banyak melahirkan generasi baru yang berkualitas. Yang akan membawa negeri ini ke arah yang lebih baik. Namun tentu saja hal ini akan sulit terwujud jika fokus penyediaan sarana dan prasarana pendidikan kita masih terpusatkan hanya pada daerah perkotaan. Tentunya ini bukan hanya menjadi tanggung jawab menteri pendidikan saja. Tetapi juga kerjasama antara pemerintah dengan semua lapisan masyarakat yang ada.