Posted on: June 25, 2022 Posted by: dupostc Comments: 0
Dampak Negatif Sistem PPDB Zonasi

Dampak Negatif Sistem PPDB Zonasi – Mulai tahun 2017, pemerintah menerapkan sistem zona untuk penerimaan peserta didik baru atau PPDB zonsi pada sekolah negeri. Dimana penerimaan siswa baru didasari oleh domisili atau zona tempat tinggalnya. Tidak seperti tahun sebelumnya dimana prestasi menentukan sekolah mana yang bisa dimasuki oleh calon siswa. Sistem zonasi mengalokasikan 90 persen kuota sekolah negeri untuk menerima calon peserta didik berdasar jarak dari rumah kesekolah. Sementara 10 persen sisanya untuk calon peserta didik berprestasi dan pindahan. Tujuan diterapkan sistem ini adalah untuk menghapuskan status sekolah favorit, karena semua sekolah harus sama, tidak ada status fsekolah favoruit dan sekolah buangan. Kebijakan ini sempat menuai protes dari orang tua dan siswa. Terutama mereka yang di untungkan dengan sistem penerimaan yang berdasarkan prestasi. Meski sistem zonasi ini bertujuan baik namun sistem ini dinilai banyak menimbulkan kerugian, terutama untuk para siswa.

Pertama, sistem ini melanggar hak anak. Sesuai UU No.20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (UU Sisdiknas) pasal 5 ayat 1 yaitu “Setiap warga negara mempunyai hak yang sama untuk memperoleh pendidikan yang bermutu”. Hal ini mengakibatkan beberapa peserta didik tidak bisa menikmati bangku sekolah karena keterbatasan kuota yang ada.

Kedua, dengan adanya sistem zonasi beban mengajar guru semakin besar. Ini dikarenakan, dengan adanya sistem zonasi tecampurnya siswa dengan kemapuan yang beragam. Jika dulu sekolah negeri yang favorit bisa menyaring kualitas peserta didiknya agar seragam kemampuannya. Maka dengan adanya zonasi, siswa yang kurang pintar namun tinggal di area yang mencakup wilayah zona sekolah tersebut bisa diterima di sekolah tersebut. hal ini mengakibatkan guru yang harus menyesuaikan diri. Agar siswa yang pintar maupun yang kurang bisa menerima pelajaran dengan baik. Semakin besarnya perbedaan kemapuan siswa yang ada, maka akan semakin besar beban guru untuk mengajar.

Dampak Negatif Sistem PPDB Zonasi

Ketiga, siswa yang lemah jika kebetulan masuk di sekolah yang favorit yang unggul akan semakin tertinggal. Hal ini karena siswa dengan kemapuan yang kurang tidak bisa mengikuti proses belajar dengan baik. Sementara siswa yang berprestasi jika dicampur dengan siswa yang lemah bisa kehilangan motivasi belajar. Hal ini karena guru menyesuaikan pengajaran sesuai dengan kemampuan siswa yang lemah. Sehingga siswa yang berprestasi menjadi kehilangan tantangan dalam belajar.

Keempat, lingkungan sosial siswa menjadi sangat sempit. Dengan penerapan zonasi pertemanan siswa yang terjalin menjadi sangat sempit. Sehingga berdampak kemampuan bersosialisai dengan orang lain. Karena teman-teman yang mereka temui adalah teman-teman yang tinggal di lingkungan yang sama.

Dan yang terakhir, dengan adanya sistem zonasi memicu semakin maraknya pemalsuan data. Seperti kartu keluarga dan surat keterangan domisili, hanya agar anaknya bisa bersekolah di sekolah yang di inginkan. Meskipun tempat tinggalnya tidak berada pada zona sekolah itu.

Itulah beberapa dampak negatif yang timbul dari penerapan sistem PPDB zonasi untuk sekolah negeri. Meski mempunyai tujuan yang baik namun penerapan PPDB zonasi perlu di kaji ulang. Karena penerapan sistem PPDB zonasi tanpa di imbangi persiapan yang matang bukanlah hal yang baik untuk diterapkan. Namun disisi lain menerapkan sistem zonasi setelah pemerataan insfrastukur juga bukanlah hal yang bijak. Karena itu seharusnya penerapan sistem PPDB zonasi dilakukan secara bertahap, dengan disertai pembekalan kepada tenaga pendidik. Berupa pelatihan pembebelajaran yang tepat.